Mengejar Mimpi

PIN Mengejar Mimpi

Saya yakin semua orang pasti mempunyai mimpi. Mimpi itu bisa macam-macam, ada yang bermimpi menjadi CEO suatu perusahaan, menguasai suatu bahasa asing, melanjutkan pendidikan ke S2, menjadi wirausaha, dll.

Diawal-awal saat baru lulus dari suatu institusi pendidikan, sebelum terjun ke “kerasnya kehidupan nyata”, kita pasti masih menggebu-gebu buat mengejar mimpi tersebut. Ada yang akhirnya berhasil mencapai mimpinya, tidak sedikit yang seiring dengan berjalannya waktu belum dapat mencapainya.

Dengan bertambahnya usia banyak diantara kita yang akhirnya mulai melupakan impian tersebut. Kita akhirnya dipaksa untuk berpikir “realistis”, menjalani apa yang sekarang ada di depan mata kita dan menganggap itu semua hanya sebuah mimpi yang tidak akan pernah terjadi. Lama kelamaan impian pun “menguap” seiring dengan berjalannya waktu.

Mengejar Mimpi
“Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk dicapai, yang ada hanya niat yang terlalu rendah untuk melangkah. ” – Bong Chandra

Lalu tibalah waktunya saat “kehidupan” mulai mengingatkan kita kembali akan mimpi-mimpi yang dulu sempat terlupakan. Yang tadinya sudah terkubur di memori otak yang paling terdalam, perlahan-lahan muncul kembali ke permukaan. Tapi kita sadar bahwa waktu sudah berubah, keadaan yang sekarang kita hadapi tidak lagi sama, datanglah rasa takut, lalu muncullah rasa malas.

Memori otak sudah siap untuk kembali mengubur mimpi tersebut, lalu otak pun mengeluarkan memori tentang artikel yang pernah kita baca sebelumnya, yang menceritakan tentang seseorang diumurnya yang senja. Orang tersebut berkata “kejarlah mimpimu, jangan takut terpatok dengan umur atau “timeline” yang ditetapkan oleh orang lain. Hidup itu hanya sekali, disaat umurmu sudah menginjak masa senja, walaupun kamu menangis sampai air matamu habis, ingatlah waktu tidak akan bisa diulang. Jangan berakhir seperti saya…”⠀

Kejarlah mimpimu, jangan takut terpatok dengan umur atau “timeline” yang ditetapkan oleh orang lain. Hidup itu hanya sekali…

Mungkin kita perlu berterima kasih kepada orang di artikel tersebut, walaupun wajahnya sudah tidak bisa diingat lagi, kata-kata yang diucapkannya sudah berhasil mengingatkan kita kembali akan pentingnya arti sebuah mimpi dan kenyataan akan singkatnya kehidupan ini. Bukankah kita tidak ingin seperti orang tersebut di masa senja nanti?

You May also Like
Saya Indonesia
Arti Sukses

Leave Your Comments